Snorkling Hemat Tapi Tetap Berkelas

     Berbicara tentang liburan, hal pertama yang akan terlintas adalah biaya. Terkadang liburan hanya menjadi mimpi bagi sebagian orang. Bagaimana tidak, untuk mencukupi kebutuhan pangan saja sudah susah, apalagi memikirkan untuk pergi berlibur. Rasanya seperti tidak mungkin yah.
    Kenyataannya liburan tidak harus mahal loh, dengan isi kantong yang seadanya pun bisa tetap berlibur. Salah satu liburan hemat tapi tetap berkelas adalah snorkling di pulau yang masih masuk provinsi DKI Jakarta, yap Kepulauan Seribu. Banyak warga khususnya warga DKI Jakarta yang tidak menyadari keberadaan pulau yang bisa dibilang salah satu 'surga dunia' ini.
    Terdapat berbagai pulau di Kepulauan Seribu, salah satunya yang memikat hati dan menjadi idola bagi wisatawan adalah Pulau Tidung. Hamparan laut biru, ditambah air laut yang begitu jernih sehingga dari atas terlihat terumbu karang dan ikan-ikan kecil berwarna warni. Rasanya ingin lebih dari sekedar menikmati cipataan Tuhan dari atas perahu. Tapi ternyata kita dapat langsung turun ke dalam laut, yang pasti harus safety first ya, pakai perlengkapan snorkling.
     Aku pergi bersama keluarga sekitar kurang lebih 15 orang, mulai dari ayah sampai adik, sampai sepupu, lengkap! Perkiraan orang lain mungkin kami kelebihan uang liburan sebanyak itu, tapi izinkan aku berbagi bahwa ini tidak membutuhkan biaya yang banyak. Kami mengambil paket berlibur, harga paket berlibur 15 orang 2 hari 1 malam = Rp 3.600.000. Itu artinya 1 orang hanya cukup membayar Rp 240.000. Paket ini sudah termasuk biaya penginapan 1 malam, biaya makan 2 hari, biaya snorkling, biaya tiket kapal dari muara angke ke pulau tidung (PP loh ya), ditambah bakar-bakar ikan laut yang segar sekali (fresh from the sea), cumi-cumi, bahkan udang. Kadang berpikir apa nutup ya Rp 240.000 udah berlibur semewah ini, berkelas. Tiap perjalanan kami didampingi tour guide, ramah dan tampan parasnya, makin betah liburan yuhuuu.
    Ini yang ditunggu-tunggu keluargaku, snorkling. Sangat disayangkan, aku pribadi sangat takut dengan laut dan kedalaman. Cukup berasalan sih kenapa aku begitu takut dengan laut, jawabannya sederhana karena tidak bisa berenang hehe. Terlepas dari rasa takut akan laut aku masih menginginkan untuk turun langsung, iri melihat kakak adik yang turun langsung apalagi bisa foto di dalam laut. Apa iya ya?
   Aku berusaha memberanikan diri untuk snorkling, mulai dari masker, snorkel, fins, pelampung sudah rapi dikenakan. Bahkan sudah selfie duluan di atas perahu hehe peace, tapi pas lihat ke laut, runtuh lagi keberaniannya untuk snorkling. Sempat ditertawakan oleh adik, rasanya malu sendiri karena hari gini ga berani snorkling? heloow. Berusaha tarik nafas di atas perahu, bulatkan tekad untuk berani. Akhirnya berani juga untuk turun langsung ke bawah laut. Ketika turun, ternyata apa yang aku pikirkan terjadi, yap tenggelam. Tenggelam seperti kehilangan harapan, berusaha teriak sekeras mungkin tetapi tidak ada yang mendengar. Menyerah, itu mungkin pilihan terbaik saat itu. Aku menyerah, tetapi ayah datang, ia membawa harapan, ia mengangkatku dan mengatakan : "semua baik-baik saja nak, pelampungnya kempes makanya jadi tenggelam". Huff akhirnya tertolong juga aku.
  Ayah memang selalu sabar, ia memegang badanku erat agar aku bisa melihat sendiri indahnya ciptaan Tuhan. Asli indah banget, ya ampun terumbu karangnya itu loh dan ikan ikan kecil cantik yang sepertinya memanggil namaku untuk masuk lebih dalam, tapi apa daya raga ini masih belum berani.

   Berkali kali ayah memberikanku semangat supaya aku berani. Dan memang ayah selalu berhasil memenangkan hatiku, yes aku berani turun sendiri minimal untuk foto sama terumbu karang. Kalau diliat dari fotonya mah seakan-akan berani, aslinya mah tegang sendiri hehe.


     Semakin lama semakin menikmati keindahan bawah laut, lupa sama rasa takut yang daritadi hadir. Ternyata bisa juga aku berenang sendiri tanpa harus didampingi, baru pertama kali dan rasanya speechless yah. Akupun mengambil terumbu karang, mau bawa pulang ke rumah sih, tapi ga diperbolehkan. Ya aku sekedar mengambil foto sebentar sama terumbu karangnya di atas perahu, smile:)

     
     Dengan berat hati, aku kembalikan lagi terumbu karang cantik itu ke habitatnya. Banyak yang lebih membutuhkan dia di sana. Ini adalah akhir ceritaku di pulau yang indahnya tiada tara, Pulau Tidung. Rasanya bahagia bisa ikut langsung melihat ciptaan Tuhan. Terjawab sudah rasa penasaranku. Terima kasih ayah sudah memotivasiku, ternyata aku bisa berenang sendiri, ya aku bisa.


     Hal terpenting adalah liburan tidak harus mahal, hanya dengan Rp 240.000 bisa menikmati indahnya  bawah laut, bisa kuliner sampe kenyang, pulang pulang sehat makan ikan laut. Liburan itu penting, kata orang biar kita ga suka cari masalah harus rajin piknik. Nabung 1 bulan cukup untuk berlibur di pulau tidung. Liburan hemat  bersama orang-orang terkasih tentunya. So, liburan adalah hak semua orang tanpa tekecuali. Liburan akhir tahun 2016 sudah menunggu, wisata di Indonesia yang beragam keindahannya juga menjadi pilihan untuk berlibur. Selamat berlibur!







Komentar