Voucher Makan Untuk Mengembalikan Berat Badanmu

Maylin, gadis cantik yang karenanya aku sangat terinspirasi. Tidak hanya terinspirasi, aku juga mengasihi gadis ini. Mengasihi begitu dalam layaknya saudara kandung. Aku mengenalnya cukup lama, meskipun hanya sebatas mengenal dunia maya. Beberapa kali aku memperhatikan isi curhatannya di media sosial, awalnya aku merasa hanya sekedar simpati. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri semakin hari pikiranku semakin berkecambuk. Rasa penasaran itu semakin menghantuiku.

Lupus, demikian gadis itu menyebut dirinya sendiri. Ada apa dengan lupus? Apa itu lupus? Mengapa aku tidak mengenal secara langsung tetapi terus memikirkannya? Aku mencoba mencari penjelasan mengenai lupus, baru ku ketahui bahwa lupus adalah penyakit yang menyerang kulit, jaringan serta organ tubuh yang lain. Pertama kali dalam hidupku mengenal penyakit seperti ini.

Aku mengumpulkan niatku untuk bertemu langsung dengan Maylin. Bagiku mengenal sebatas dunia maya tidak akan cukup, lebih lagi aku ingin sekali mengunjunginya. Jarak jauh tidak menjadi penghalang bagi kami untuk bertemu. Tepat di Karawaci-Tangerang, kami bertemu. Aku datang ke tempat kost Maylin yang sebelumnya sudah diberitahu alamatnya. Kesan pertama bertemu dengannya adalah dia tipe orang periang. Tidak hanya itu saja, aku berkenalan dengan Ibu dan teman baiknya.



Badan kurus tidak membuat dia menjadi lesu. Hingga saat ini berat badannya sudah menyusut lebih dari 10 kg. Pakaian yang terasa sempit menjadi longgar ketika kini digunakan Maylin. Dia tidak menyesali apa yang sudah terjadi, yang saat ini dia lakukan hanya makan lahap, makan sehat dan berusaha untuk memiliki berat badan ideal seperti dulu. Ketika aku datang, dia tertawa lepas, masih teringat dalam benakku dia berteriak memanggil namaku. "Anggi..Anggi..sini naik, ayo sini Gi" dengan penuh semangat, dia berteriak, berteriak seperti tidak terjadi apapun. Wajahnya tampak pucat, badannya sangat kurus, terlihat pitak pada rambutnya. Ketika dia memegang rambut, rambutnya berjatuhan, rontok sekali. Yang membuat aku kagum, mengapa dalam kondisi seperti ini dia begitu riang? Jika aku jadi dia, aku mungkin hanya bisa menangisi keadaan. Tidak bisa aku setegar gadis ini.

Beberapa jam kami saling bercerita, aku datang dan mendengarkan semua kisahnya. Penyakit ini tidak bisa terkena paparan sinar matahari, tentu jika terkena akan merasa terbakar. Hal yang paling membuatku meneteskan air mata ketika dia mengatakan bahwa penyakit ini tidak ada obat yang menyembuhkan, hanya ada obat untuk meredakan penyakitnya. Tidak ada dasar untuk berharap, seperti itulah penyakit lupus tanpa obat. Tapi tidak dengan Maylin, baginya selama masih bisa bernafas masih ada harapan, harapan untuk pulih seutuhnya. Harapan untuk menambah 10 kg lagi. Target Maylin saat ini mengumpulkan nafsu makan, pelan-pelan pasti bisa. Ketegaran hatinya yang membuatku semakin sayang terhadap gadis yang memberikanku banyak pelajaran. Walaupun masih muda, ia tidak merasa minder terhadap teman seuisanya. 

Menderita lupus, sudah cukup lama ia alami, rumah sakit sudah menjadi tempat yang paling sering ia kunjungi. Untuk sementara waktu, ia memutuskan untuk cuti bekerja mengingat kondisinya yang terus melemah. Di tengah kondisinya, ia memintaku untuk membawanya ke sebuah pusat perbelanjaan yang ada di Karawaci. Awalnya aku menolak melihat kondisinya yang lemah, tetapi ia terus meminta. Dengan izin Ibunya, kami pergi mengunjungi mall. Aku menuruti apa yang menjadi keinginan hatinya. Mulai dari jalan ke mall, makan mie, minum es cokelat, makan donat, apapun yang membuat dia senang, aku berusaha menurutinya. Tidak ada pantangan menu makanan penyakit lupus, yang harus dihindari hanyalah sinar matahari dan membuatnya menjadi lelah. Setiap waktu, selalu aku tanyakan, apakah sudah merasa lelah? Tetapi ia selalu berkata masih kuat untuk berkeliling. Hingga tidak terasa langit sudah gelap, kembali aku mengantakan Maylin pulang. Dia berharap lain waktu aku dapat kembali mengajaknya untuk makan sepuasnya.

Dear Maylin, untuk saat ini kita bisa bertemu di udara untuk saling mendoakan. Ingat targetmu untuk menambah berat badan 10 kg lagi. Aku pun berharap demikian. Hal sederhana yang aku ingin berikan kepadamu berupa voucher restoran dari Elevania. Mengapa aku pilih Elevania karena selain harganya murah, banyak promo menarik Kamu bisa buka link ini : http://www.elevenia.co.id/ctg-mokado-restaurant. Ini adalah salah satu menu yang kamu suka :



Sedikit informasi bahwa mokado merupakan singkatan dari Mobile Kado, salah satu fitur terbaru dari Elevania. Jujur, waktuku memang tidak banyak untuk selalu bertemu denganmu, mengingat jarak kita yang cukup jauh. Tetapi izinkan aku memberimu voucher makan ini. Kamu bisa tukarkan voucher ini di mall dekat rumahmu. Selain itu akan aku tulis pesan dalam voucher supaya membuatmu lebih semangat. Kamu bisa pilih apapun yang kamu suka, tapi janji ya nanti kalau kita bertemu lagi, aku harus liat badan kamu lebih berisi dari sebelumnya. Doaku besertamu Maylin yang terkasih.

Komentar